<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ceo muda Weblog</title>
	<atom:link href="http://menjadiceo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://menjadiceo.wordpress.com</link>
	<description>Jalan Menggapai Impian</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Aug 2008 03:42:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='menjadiceo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ceo muda Weblog</title>
		<link>http://menjadiceo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://menjadiceo.wordpress.com/osd.xml" title="Ceo muda Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://menjadiceo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengelola Kinerja Perusahaan Dengan Scorecard</title>
		<link>http://menjadiceo.wordpress.com/2008/08/23/mengelola-kinerja-perusahaan-dengan-scorecard/</link>
		<comments>http://menjadiceo.wordpress.com/2008/08/23/mengelola-kinerja-perusahaan-dengan-scorecard/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 03:42:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceomuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadiceo.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[You can not manage what you can not measure, demikian guru manajemen Peter Drucker pernah berujar. Spirit kalimat itu mengindikasikan bahwa pengelolaan kinerja manajemen atau kinerja bisnis selalu mesti dilakoni melalui proses dan hasil yang terukur. Tanpa manajemen yang berbasis pada indikator yang terukur dan objektif, sebuah gerak organisasi bisnis bisa terpeleset menjadi sejenis paguyuban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadiceo.wordpress.com&amp;blog=4589727&amp;post=11&amp;subd=menjadiceo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>You can not manage what you can not measure</em>, demikian guru manajemen Peter Drucker pernah berujar. Spirit kalimat itu mengindikasikan bahwa pengelolaan kinerja manajemen atau kinerja bisnis selalu mesti dilakoni melalui proses dan hasil yang terukur. Tanpa manajemen yang berbasis pada indikator yang terukur dan objektif, sebuah gerak organisasi bisnis bisa terpeleset menjadi sejenis paguyuban yang tak produktif.</p>
<p>Dalam konteks pengukuran kinerja perusahaan ini, sekarang kita mengenal adanya sebuah pendekatan yang disebut sebagai balanced scorecard. Pendekatan ini sendiri dipopulerkan oleh Kaplan and Norton melalui bukunya yang fenomenal itu, <a href="http://www.amazon.com/Balanced-Scorecard-Translating-Strategy-Action/dp/0875846513/ref=pd_bbs_sr_1?ie=UTF8&amp;s=books&amp;qid=1214637193&amp;sr=1-1" target="_blank">Balanced Scorecard : Translating Strategy Into Action</a>. Pengertian balanced scorecard sendiri jika diterjemahkan bisa bermakna sebagai rapot kinerja yang seimbang (balanced). Kenapa disebut seimbang karena pendekatan ini hendak mengukur kinerja organisasi secara komprehensif melalui empat dimensi utama, yakni : dimensi keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan dimensi learning &amp; growth.</p>
<p><strong>Dimensi keuangan</strong> merupakan hasil akhir yang ingin digapai oleh sebuah organisasi bisnis. Sebab tanpa menghasilkan profit yang sustainable dan cash flow yang sehat, sebuah perusahaan mungkin akan lebih layak disebut sebagai paguyuban sosial. Dalam dimensi ini, beberapa indikator kinerja (atau lazim disebut sebagai key performance indicators atau KPI) yang kerap digunakan sebagai acuan antara lain adalah : tingkat profitabilitas perusahaan, jumlah penjualan dalam setahun (sales revenue), tingkat efisiensi biaya operasi (operation cost dibanding sales), ataupun juga sejumlah indikator keuangan seperti ROI (return on investment), ROA (return on asset) ataupun EVA (economic value added).</p>
<p>Dimensi selanjutnya adalah <strong>dimensi pelanggan</strong> yang notabene merupakan tonggak penting untuk mencapai kejayaan dalam aspek keuangan. Sebab tanpa pelanggan, sebuah organisasi bisnis tak lagi punya alasan untuk meneruskan nafasnya. Demikianlah untuk menggapai kesuksesan, perusahaan juga mesti memetakan sejumlah ukuran keberhasilan dalam dimensi pelanggan. Sejumlah key performance indicator (KPI) yang lazim digunakan dalam dimensi pelanggan ini antara lain adalah : tingkat kepuasan pelanggan (customer satisfaction index), brand image index, brand loyalty index, persentase market share, ataupun market penetration level.</p>
<p>Dimensi berikutnya adalah <strong>dimensi proses bisnis internal</strong>. Pertanyaan kunci yang layak diajukan disini adalah : untuk meraih keberhasilan keuangan dan memuaskan pelanggan kita, proses bisnis internal apa yang harus terus menerus disempurnakan? Beberapa elemen kunci dalam proses bisnis internal yang layak dikendalikan dengan optimal mencakup segenap mata rantai (supply chain) proses produksi/operasi, manajemen mutu, dan juga proses inovasi. Beberapa contoh KPI yang lazim digunakan dalam dimensi ini antara lain adalah : persentase produk yang cacat (defect rate), tingkat kecepatan dalam proses produksi, jumlah inovasi proses dan produk yang dikembangkan dalam setahun, jumlah produk/jasa yang di-delivery dengan tepat waktu, ataupun jumlah pelanggaran SOP (standard operating procedures).</p>
<p>Dimensi yang terakhir  adalah <strong>dimensi learning and growth</strong>. Dimensi ini sejatinya hendak berfokus pada pengembangan kapabilitas SDM, potensi kepemimpinan dan kekuatan kultur organisasi untuk terus dimekarkan ke titik yang optimal. Dengan kata lain, dimensi ini hendak meletakkan sebuah pondasi yang kokoh nan tegar agar sebuah organisasi bisnis terus bisa mengibarkan keunggulannya. Contoh KPI (key performance indicators) yang lazim digunakan untuk mengukur kinerja pada dimensi ini antara lain adalah : tingkat kepuasan karyawan (employee satisfaction index), level kompetensi rata-rata karyawan, indeks kultur organisasi (organizational culture index), ataupun jumlah jam pelatihan dan pengembangan per karyawan.</p>
<p>Demikianlah empat dimensi utama yang mesti dikelola dan diukur kinerjanya secara konstan dari waktu ke waktu. Pada dasarnya keempat dimensi diatas bersifat sinergis dan saling behubungan erat secara hirarkis. Sebuah organisasi bisnis hampir tidak mungkin mencapai keunggulan finansial tanpa ditopang oleh barisan pelanggan yang puas dan loyal. Dan barisan pelanggan yang loyal ini tak akan pernah terus tumbuh jika sebuah organisasi tidak memiliki proses bisnis yang ekselen nan inovatif. Dan pada akhirnya, proses kerja yang ekselen ini hanya akan mungkin menjelma menjadi kenyataan jika organisasi tersebut ditopang oleh barisan SDM yang unggul, kepemimimpinan yang tangguh dan budaya organisasi yang positif.</p>
<p>Pengelolaan kinerja organisasi bisnis secara optimal dengan demikian mesti mempertimbangkan keempat dimensi diatas secara intregratif. Serangkaian key performance indicators (beserta target angka) untuk tiap dimensi diatas mesti diidentifikasi dan kemudian dimonitor pencapaiannya secara periodik (misal setiap sebulan sekali dalam sesi monthly performance review meeting). Melalui proses pengelolaan kinerja yang komprehensif pada empat dimensi inilah, sebuah organisasi bisnis mestinya bisa terus tumbuh dan mekar menuju ranah kejayaan.</p>
<p>Note : Jika Anda ingin mendapatkan file powerpoint presentation mengenai balanced scorecard, silakan datang <a href="http://rajapresentasi.com/" target="_blank"><strong>KESINI.</strong></a></p>
<p>artikel ini diambil dari <a href="http://strategimanajemen.net/2008/06/30/mengelola-kinerja-perusahaan-dengan-balanced-scorecard/" target="_blank">SINI</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadiceo.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadiceo.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadiceo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadiceo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadiceo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadiceo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadiceo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadiceo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadiceo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadiceo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadiceo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadiceo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadiceo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadiceo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadiceo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadiceo.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadiceo.wordpress.com&amp;blog=4589727&amp;post=11&amp;subd=menjadiceo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadiceo.wordpress.com/2008/08/23/mengelola-kinerja-perusahaan-dengan-scorecard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d4495b699905a996723b23ac062e57c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceomuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abdul Gani : Prinsip diatas rata-rata</title>
		<link>http://menjadiceo.wordpress.com/2008/08/23/abdul-gani-prinsip-diatas-rata-rata/</link>
		<comments>http://menjadiceo.wordpress.com/2008/08/23/abdul-gani-prinsip-diatas-rata-rata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 02:10:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceomuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[CEO Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadiceo.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pria kelahiran Buktittinggi 14 Maret 1943 ini kembali dipercaya masuk Garuda menjadi Komisaris Utama bersama Emirsyah Satar sebagai Dirut, Maret 2005. Bankir senior lulusan FE-UI 1969 yang dikenal bersih dan berintegritas tinggi, ini saat menjabat Dirut Garuda 1998-2002 berhasil menyelamatkan maskapai penerbangan terkemuka Indonesia itu dari ancaman keterpurukan. Abdulgani mempunyai prinsip hidup berada di atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadiceo.wordpress.com&amp;blog=4589727&amp;post=3&amp;subd=menjadiceo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-5 alignleft" src="http://menjadiceo.files.wordpress.com/2008/08/abdulgani.jpg?w=500" alt=""   />Pria kelahiran Buktittinggi 14 Maret 1943 ini kembali dipercaya masuk        Garuda menjadi Komisaris Utama bersama Emirsyah Satar sebagai Dirut, Maret        2005. Bankir senior lulusan FE-UI 1969 yang dikenal bersih dan        berintegritas tinggi, ini saat menjabat Dirut Garuda 1998-2002 berhasil        menyelamatkan maskapai penerbangan terkemuka Indonesia itu dari ancaman        keterpurukan.</p>
<p>Abdulgani mempunyai prinsip hidup berada di atas rata-rata agar sanggup        bersaing dengan ratusan juta rakyat Indonesia lainnya. Kehadirannya di        Garuda Indonesia tahun 1998 sesungguhnya bak mengulang saja peritiwa awal        terjun sebagai bankir di Bank Dharma Ekonomi, yang kemudian berubah nama        menjadi Bank Duta Ekonomi dan terakhir Bank Duta.</p>
<p>Abdulgani yang menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di kota kelahiran        Bukittinggi tahun 1956, lalu SMP di Jakarta tahun 1959, serta SMEA tahun        1962 juga di Jakarta, memasuki pendidikan tinggi Fakultas Ekonomi        Universitas Indonesia (FE-UI) dan lulus tahun 1969. Lalu tahun 1970 pria        ini menikah dengan Irama Sofia, adik kelasnya di FE-UI serta dikaruniai        sepasang anak.</p>
<p>Abdulgani tercatat sebagai pegawai Bank Ekspor dan Impor antara tahun 1970        hingga 1972. Ia terpaksa harus meninggalkan Bank Eksim di tahun 1972 sebab        sejak akhir tahun 1971 berstatus sebagai pegawai pinjaman dari Bank Eksim        yang ‘dipinjamkan’ melakukan penelitian pada bank swasta nasional Bank        Dharma Ekonomi yang sedang dalam kesulitan kondisinya menurun.</p>
<p>Usai melakukan survey dan penelitian bank yang kemudian berganti nama        menjadi Bank Duta Ekonomi (BDE) itu kembali kesulitan menemukan pemimpin        yang cocok. Abdulgani yang semasa kuliah pernah melakukan tugas magang di        People National Bank of Washington, Seattle, AS (1966) kembali ‘dipinjam’        sebagai pemimpin untuk melakukan konsolidasi awal. Hingga ia selesai        melakukan konsolidasi siapa bankir yang tepat didudukkan di Bank Duta        Ekonomi masih saja belum ketemu. Maka tak pelak Abdulgani penyuka ukiran        dan keramik ini pulalah yang diminta mengisi lowongan dimaksud. Akibatnya        ia dibuat bingung memilih antara berkarir di Bank Eksim ataukah BDE yang        masa depannya masih tak menentu.</p>
<p>Untuk mengakhiri kebimbangan bungsu dari delapan bersaudara ini menemui        sahabat yang sudah dikenal baik Omar Abdalla, yang sedang menjabat Dirut        Bank Dagang Negara. Ia dianjurkan menerima tawaran memimpin BDE dengan        catatan, bankir muda berusia 28 tahun itu dalam dua tahun pertama sudah        harus dapat menyimpulkan berhasil atau gagal bertugas.</p>
<p>Jadilah Abdulgani memimpin BDE sejak tahun 1972, sekaligus meninggalkan        Bank Eksim dengan hanya mempertahankan delapan pegawai lama sebab tak        punya dana membayar gaji. Sedangkan tenaga-tenaga muda yang pernah        direkrut ada yang datang namun hanya bertahan satu dua hari lalu        menghilang karena belum menemukan masa depan yang baik di BDE.</p>
<p>Namun keadaan semakin membaik saja. Pada 31 Desember 1984, dengan passiva        Rp 392.173.052.000, BDE meraih laba sebelum dipotong pajak Rp        11.527.285.000.</p>
<p>Di Garuda Indonesia kisah sukses menyelamatkan Bank Duta berhasil diulang        kembali oleh putra dari Haji Sainan seorang pengusaha kecil asal        Bukittinggi. Abdulgani secara bijak menawarkan dua cara penyelamatan dari        lilitan utang sebesar 1,8 miliar dolar AS. Yakni pilihan pertama        meneruskan kegiatan operasional Garuda Indonesia, atau kedua mempailitkan        perusahaan dengan konsekuensi Pemerintah segera mengeluarkan dana segar        800 juta dolar AS untuk membayar utang-utang Garuda.</p>
<p>Berdasarkan business plan yang disusun Pemerintah memilih pilihan pertama        yakni melanjutkan operasional Garuda Indonesia. Untuk menyelesaikan utang        senilai total 1,8 miliar dolar AS Presiden Habibie memutuskan mengambil        alih pembayaran utang PT Garuda Indonesia kepada Bank Exim Amerika Serikat        terkait penyewaan 11 pesawat tipe Boeing 737. Untuk pengambil-alihan utang        tersebut pemerintahan mengeluarkan dana setiap tahun sebesar 62 juta dolar        AS selama delapan tahun. Pengambil-alihan utang oleh Pemerintah bisa        dianggap sebagai penyertaan modal pemerintah (PMP) yang baru ke dalam        perusahaan.</p>
<p>Nah, karena urusan sewa pesawat diambil alih pemerintah Abdulgani tinggal        konsentrasi menggunanakan dana-dana Garuda untuk membayar utang-utang lain        yang sudah tertuang dalam Business Plan Garuda Indonesia. Seperti utang        senilai 300 juta dollar AS hasil pembelian commercial paper beberapa tahun        sebelumnya, yang pernah digunakan untuk menutupi cashflow perusahaan. Juga        utang pada sejumlah bank milik pemerintah sebesar 170 juta dollar AS,        serta utang lainnya kepada berbagai pemasok berjumlah 280 juta dollar.</p>
<p>Abdulgani berhasil membuktikan komitmennya sesuai business plan        perusahaan. Pada satu semester pertama tahun 1999 flag carrier itu        berhasil meraih laba kotor 507 miliar. Bahkan Garuda Indonesia pernah        mendapatkan penghargaan sebagai maskapai penerbangan asing terbaik dari        bandar udara internasional Schipol, Belanda.</p>
<p>Abdulgani mantan Ketua Senat FE-UI 1967-1969 yang turut aktif dalam        perjuangan pendirian Orde Baru, bahkan bersama Kesatuan Aksi Mahasiswa        Indonesia (KAMI) pada Februari 1966 pernah menyelenggarakan Seminar        Ekonomi dengan pembicara tokoh-tokoh ekonomi antara lain Frans Seda,        Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Sri Sultan Hamengkubuwono, dan Emil        Salim, di tahun 2005 kembali diminta masuk ke Garuda Indonesia. Kepadanya        diserahkan tugas penting baru sebagai Komisaris Utama bersama-sama dengan        anggota komisaris lain Gunarni Soeworo (mantan Dirut Bank Niaga dan juga        Ketua Perbanas sebagai komisaris independen), M Soeparno (mantan Dirut        Garuda Indonesia), Bambang Wahyudi (peneliti LPEM-UI), Slamet Riyanto, dan        Aries Mufti (direktur PT Permodalan Nasional Madani).</p>
<p>Kembalinya pria penggemar olah raga golf bertubuh sedang dengan tinggi 165        cm dan berat 59 kg ini bersamaan dengan pergantian sususunan direksi        Garuda Indonesia dari Indra Setiawan kepada Emirsyah Sattar (mantan        direktur keuangan Garuda Indonesia, terakhir menjabat Wakil Direktur Utama        Bank Danamon). Abdulgani adalah penganut prinsip ‘ahli di satu bidang’        agar bisa berada sedikit di atas manusia rata-rata. Sebab jika tidak        demikian pemilik suara bariton ini menyebutkan dirinya akan sama saja        dengan ratusan juta rakyat Indonesia lainnya. Prinsip berada di atas        rata-rata sudah berkali-kali dibuktikan Abdulgani di berbagai ruang dan        waktu pengabdian.</p>
<p>Putus kontrak Keluarga Cendana<br />
Adalah Presiden BJ Habibie yang, begitu menggantikan posisi Pak Harto        sejak 21 Mei 1998, sebulan kemudian menempatkan Robby Djohan bersama        Abdulgani di posisi puncak PT Garuda Indonesia. Tugas keduanya        menyelamatkan flag carrier kebanggaan itu dari ancaman keterpurukan akibat        lilitan utang 1,8 miliar dolar AS. Robby bankir berpengalaman dan        bereputasi agresif menjadi direktur utama ‘dicabut’ dari Bank Niaga,        sedangkan Abdulgani yang selalu hati-hati berbicara sebagai anggota        direksi berasal dari Bank Duta.</p>
<p>Tak lama hanya enam bulan Robby Djohan kembali ke habitat asli sebagai        bankir memimpin Bank Mandiri. Lalu Abdulgani yang kelahiran Bukittinggi 14        Maret 1943 sejak November 1998 diangkat menempati posisi puncak Direktur        Utama. Misi masih sama menyelamatkan Garuda Indonesia dari ancaman        keterpurukan yang, ketika itu kata Sofyan Djalil seorang staf ahli senior        Kementerian Pembinaan BUMN, yang kemudian dipercaya menjadi Menteri        Komunikasi dan Informasi Kabinet Indonesia Bersatu, menyebutkan Garuda        sudah nyaris kolaps. Tahun 1998 saja kerugian Garuda akibat perbedaan kurs        mencapai 46,4 jut adolar AS. Kerugian terbesar Garuda terjadi akibat nilai        rupiah terhadap dolar AS jatuh sebab pendapatan Garuda dalam mata uang        rupiah sedangkan pengeluaran dalam dolar AS.</p>
<p>Penempatan Abdulgani di posisi puncak, kata Ketua Komisi IV DPR RI ketika        itu Burhanuddin Napitupulu terkait karena persoalan Garuda Indonesia        adalah persoalan keuangan yang sangat kompleks sehingga jabatan dirut        perlu diberikan kepada seorang bankir. Dan Abdulgani yang pernah        menyelamatkan Bank Duta dari keterpurukan, Napitupulu memastikan        integritas Abdulgani sebagai bankir senior dikenal bersih, terpercaya, dan        mumpuni.</p>
<p>Salah satu langkah berani Abdulgani menyehatkan Garuda adalah memutus        kontrak-kontrak bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan        keluarga Cendana. Abdulgani segera mereorganisasi secara sempurna        rute-rute penerbangan domestik dan internasional. Ia juga memberdayakan        sekaligus memberlakukan skema insentif terhadap karyawan. Skema        langkah-langkah restrukturisasi sesuai business plan mulai        diimplementasikan. Salah satunya menunjuk Deutchebank sebagai penasehat        keuangan untuk merestrukturisasi utang senilai 1 miliar dolar AS ke para        kreditor asing, dan menunjuk Lufthansa sebagai penasehat mengembangkan        manajemen dan meningkatkan pelayanan penerbangan. “Kita sedang        mere-enjineering diri,” kata Abdulgani singkat menjelaskan bentuk        langkah-langkah pembenahannya.</p>
<p>Integritas dan bersihnya Abdulgani benar saja terbukti. Pada tanggal 23        Februari 2002 Abdulgani menghadap kuasa pemerintah selaku pemegang        pemegang saham Garuda yakni Menteri Pembinaan BUMN Laksamana Sukardi.        Jebolan (Master Degree-nya) dari University of Colorado, Boulder, AS        (1998) serta Diploma Program dari The Economics Institute, Boulder, tahun        yang sama, ini menyampaikan kepada Laksamana tugasnya menyelamatkan Garuda        Indonesia sudah selesai. Komitmen awal mengantar Garuda menjadi lebih baik        sudah selesai. Karena itu Abdulgani siap untuk mundur dan digantikan.</p>
<p>Abdulgani yang teguh pada komitmen pengunduran dirinya baru tiga bulan        kemudian bersamaan pelantikan Dirut baru Indra Setiawan, pada 6 Mei 2002. ►<strong>e-ti/ht</strong></p>
<p>Curriculum Vitae</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Nama :<br />
</span>Abadulgani<br />
<span style="color:#ff0000;">Lahir :<br />
</span>Bukittinggi, Sumatera Barat, 14 Maret 1943<br />
<span style="color:#ff0000;">Jabatan:<br />
</span>Komisaris Utama PT Garuda Indonesia, 2005<br />
<span style="color:#ff0000;">Agama :<br />
</span>Islam<br />
<span style="color:#ff0000;">Istri:<br />
</span>Irama Sofia (Menikah 1970)<br />
<span style="color:#ff0000;">Anak:<br />
</span>Satu Lelaki satu Perempuan<br />
<span style="color:#ff0000;">Ayah:<br />
</span>Haji Sainan</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Pendidikan :<br />
</span>-SD Bukittinggi (1956)<br />
-SMP Jakarta (1959)<br />
-SMEA di Jakarta (1962)<br />
-Fakultas Ekonomi UI, Jakarta (lulus, 1969)<br />
-The Stonier Graduate School of Banking, New Jersey, USA<br />
-Job Training pada People National Bank of Washington, Seattle, AS (1966)</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Karir :<br />
</span>-Pegawai Bank Ekspor dan Impor (1970-1972)<br />
-Anggota Board of Directors Asean Finance Corporation di Singapura,        Komisaris Utama Duta PCI Leasing di Jakarta<br />
-Komisaris Utama Amro Duta Leasing di Jakarta<br />
-Chairman Duta International Finance di Hong Kong<br />
-Direktur Utama Bank Duta Ekonomi, sekarang Bank Duta, (1972- sekarang).        Ketua Bidang Luar Negeri Perbanas di Jakarta<br />
-Anggota Committee on Education Asean Banking Council<br />
-Vice Chairman Indonesian Executive Circle<br />
-Sekretaris Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia<br />
-Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi UI<br />
-Anggota Ceramic Society<br />
-Wakil pemred majalah Forum Ekonomi<br />
-Pembina majalah Info Bank<br />
-Direktur Utama PT Garuda Indonesia</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Olahraga kegemaran:<br />
</span>Golf</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Alamat Rumah:<br />
</span>Jalan Cidurian No. 6 Jakarta Pusat</p>
<p>diambil dari <a href="http://tokohindonesia.com" target="_blank">SINI</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadiceo.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadiceo.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadiceo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadiceo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadiceo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadiceo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadiceo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadiceo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadiceo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadiceo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadiceo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadiceo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadiceo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadiceo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadiceo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadiceo.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadiceo.wordpress.com&amp;blog=4589727&amp;post=3&amp;subd=menjadiceo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadiceo.wordpress.com/2008/08/23/abdul-gani-prinsip-diatas-rata-rata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d4495b699905a996723b23ac062e57c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceomuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadiceo.files.wordpress.com/2008/08/abdulgani.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
